Kolesterol; fungsi, jenis, dan sumber, menurut Harvard Medical School’s Book. Plus: Makanan nabati mengandung kolesterol..??
Halo teman-teman..anda mungkin menyadari, bahwa paling tidak dalam dekade terakhir ini, media massa secara gencar mempopulerkan berbagai penelitian dan bukti-bukti bahwa kadar kolesterol dalam darah sangat menentukan tingkat kesehatan kita. Hal ini telah menyebabkan reputasi kolesterol menjadi terlanjur buruk. Apalagi kita sering mendengar para bapak dan ibu dokter dengan simpatik (biasanya..) telah menyarankan kita untuk mengatur asupan dan menjaga kadar kolesterol dalam darah, secara berulang-ulang disetiap pertemuan. Sepertinya “mahluk” yang bernama kolesterol itu berbahaya sekali bukan? bagaimana keberadaannya di dalam tubuh kita?
Tunggu, memang benar bahwa jumlah kolesterol dalam darah yang tidak terkontrol dapat menjadi pemicu berbagai penyakit. Tetapi sebelum kita memutuskan untuk “bermusuhan secara tidak bersyarat” dengan kolesterol, perlu juga diketahui bahwa kehadiran kolesterol itu sendiri sebenarnya tidak semata-mata buruk. Keberadaan kolesterol dalam tubuh juga memiliki fungsi sangat penting, bahkan tanpanya tubuh kita tidak akan dapat berfungsi.
Teman pembaca, saya kepingin sekali mengajak anda untuk mengetahui apa sebenarnya zat kolesterol yang katanya merupakan “Kutu kupret biang” berbagai penyakit ini. Juga apa dan bagaimananya zat ini bisa hadir dalam tubuh kita.

Untuk informasi anda, informasi faktual tentang kolesterol ini saya sajikan dengan merujuk kepada buku The Harvard Medical School Guide to Lowering Your Cholesterol, by Mason W. Freeman, with Christine Junge (Coauthor). Di paragraf terakhir, sebagai pelengkap, saya tambahkan sedikit informasi dari www.vegfamily.com tentang keberadaan kolesterol di dalam makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Jadi, apakah Kolesterol itu?
Kolesterol adalah sejenis lemak/lipida dengan kandungan susunan kimiawi khusus bernama sterol yang menjadi bahan pembentukan hormon-hormon. Secara visual, kolesterol memiliki penampakan seperti lilin yang berwarna putih kekuningan. Didalam tubuh kita, kolesterol di sirkulasikan dalam bentuk molekul khusus bernama lipoprotein (lipida + protein). Ada 2 tipe molekul lipoprotein yang beredar di dalam tubuh kita: Low-Density Lipoprotein (LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL) (Freeman&Junge, 2)
Tiga manfaat utama kolesterol adalah sebagai berikut:
-
Membantu dalam pembentukan lapisan luar dinding sel.
-
Membuat asam empedu yang berperan dalam percernaan di dalam usus halus.
-
Memungkinkan tubuh untuk membentuk vitamin D dan berbagai hormon-hormon, contohnya hormon estrogen pada wanita, dan testosteron pada pria.(Freeman&Junge, 1-2)
Low Density Lipoprotein (LDL)
Molekulnya memiliki lebih banyak komponen lemak dibanding protein. 60 sampai 70 persen dari kolesterol yang ada di dalam tubuh diedarkan dalam bentuk molekul LDL ini. Kekurangannya adalah, terlalu banyaknya LDL yang bersirkulasi dalam darah akan menyebabkan penyumbatan di dalam pembuluh arteri (pembuluh darah jantung), sehingga dapat menyebabkan serangan jantung. Untuk mengurangi jumlah LDL dalam darah, dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh dan kolesterol itu sendiri dalam makanan yang dikonsumsi. (Freeman&Junge, 3-4)
High-Density Lipoprotein (HDL)
Molekulnya memiliki lebih banyak komponen protein dibanding lemak. HDL bekerja berlawanan dengan LDL. HDL berfungsi untuk menyapu kelebihan kolesterol dalam darah sebanyak-banyaknya. Kolesterol yang telah dikumpulkan tersebut akan dibawa kembali ke dalam hati/liver atau didaur ulang sebagai “produk lain” yang diperlukan tubuh. Olahraga dapat menaikkan jumlah HDL, sedangkan kegemukan dan merokok akan menurunkan jumlahnya. (Freeman&Junge, 4)
Selain perbedaan antara kolesterol “baik” (HDL) dan kolesterol “buruk” (LDL), didalam buku ini anda juga dapat menemukan informasi lengkap tentang:
-
Hubungan kadar kolesterol dalam tubuh dan kesehatan
-
Bagaimana menjaga kesehatan dengan mengendalikan kadar kolesterol; dari sisi pengaturan makanan, gerak badan, perilaku mental/pikiran.
-
Obat-obatan yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol.
Asal Kolesterol Dalam Tubuh
Bagaimana kolesterol bisa hadir di dalam tubuh kita?
Apakah hanya berasal dari berbagai makanan hewani yang kita makan?
Apakah makanan nabati juga mengandung kolesterol?
Kehadiran kolesterol dalam tubuh kita berasal dari:
-
Tubuh kita yang membuat sendiri
Andaikan kita sama sekali tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, tubuh kita secara alami akan membuat kolesterol sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran kolesterol dalam tubuh kita begitu penting, sehingga tubuh kita tidak dapat mengandalkan asupan kolesterol dari makanan yang kita konsumsi. (Freeman&Junge, 4)
-
Makanan
Asupan makanan yang mengandung lemak tinggi dan kolesterol dapat menjadi pemicu suatu proses panjang pengolahan lemak dalam tubuh yang menyebabkan jumlah LDL dalam darah menjadi berlebihan. Seperti telah kita bicarakan sebelumnya, LDL yang berlebihan ini dapat menumpuk di dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan penyumbatan, atau membentuk kumpulan lemak yang berwarna kuning dalam kulit dan otot. (Freeman&Junge, 9-10)
Kandungan Kolesterol di dalam Makanan Nabati.
Tumbuhan juga merupakan mahluk hidup yang dibangun atas sel-sel. Semua sel dalam mahluk hidup memiliki membran yang mengandung kolesterol, jadi mengapa kita sering dengar bahwa makanan yang berasal dari tumbuhan itu bebas kolesterol?
Khusus perihal kolesterol dari tumbuhan, saya akan merujuk kepada dietitian Dina Aronson M.S. R.D., pada majalah online www.vegfamily.com. Menurut Aronson, alasannya mengapa makanan yang berasal dari tumbuhan dikatakan bebas kolesterol adalah; jumlahnya. Perbandingan jumlah kolesterol dalam tumbuhan dan hewan adalah sebagai berikut: Di dalam 1 kilogram tumbuhan terdapat kira-kira 50 miligram kolesterol, sedangkan di dalam 1 kilogram hewan terdapat sekitar 5 gram kolesterol. Ilmuwan menilai, bila keduanya diperbandingkan, jumlahnya sangat kecil bagi kolesterol dari tumbuhan untuk memberikan efek bagi kesehatan. Oleh karena itu makanan yang berasal dari tumbuhan begitu saja dikatakan bebas kolesterol. (Aronson)
Sumber:
Aronson, D. Vegan Nutrition. Http: //www.vegfamily.com/dietician/cholesterol.htm
Freeman M.W., & Christine Junge (coauthor). The Harvard Medical School guide to lowering your cholesterol. 2005. Professional Publishing, Mc Graw-Hill: Two Penn Plaza, NY
Teman pembaca, semua informasi yang tersaji di dalam artikel ini dibuat dengan tujuan memberi informasi semata-mata, tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, atau menggantikan peran paramedik professional.
s.h.a.p
Input & Opini