“Mencicipi” The Coffee Book of Rosemary Moon
Di sela membaca buku yang serius-serius, boleh dong sekali-kali saya menikmati buku yang rupa dan judulnya membuat saya membayangkan….duduk di tengah Starbuck Cafe yang nyaman, gangguan-free, diiringi sayup-sayup music jenis easy listening, ditemani laptop dan buku kesayangan, sepotong kue lezat pilihan, dan secangkir kopi hangat…
Coffee house yang pertama?.. The Kaveh Kanes, terletak di sebuah mesjid di kota Mekkah, Saudi Arabia…
Buku itu bernama The Coffee Book. Penulisnya bernama Rosemary Moon. Foto yang dipasang di sampul bukunya terlihat melezatkan sekali. Terpampang hidangan terdiri dari segelas bening tinggi kopi hitam dengan busa halus tebal di puncaknya, secangkir cappucino lengkap dengan krim dan taburan coklat bubuk diatasnya, segelas bening berkaki ukir mocha shake, sepotong cheese cake yang telah disiram sirup rasa kopi, semangkuk mocha mousse, coffee ice cream, dan coffee pastry (yuum….).

The Coffee Book
Buku ini mencakup segala sesuatu tentang kopi. Secara artistik disajikan bab-bab yang menerangkan apa itu kopi, sejarah tentang kopi, kedai kopi/coffee house, kebun-kebun kopi diseluruh dunia, proses lengkap pengolahan biji kopi, 40 resep makanan dan minuman yang terbuat dari kopi, dan lain-lain, sampai pada cara terbaik menikmatinya. Kualitas gambar di dalam buku ini mengagumkan. Setiap halaman dibagi menjadi 2 kolom yang ditata apik, dan tidak kelihatan berlebihan. Setiap halamannya memberikan pengetahuan tentang kopi dengan tingkat kejelian tinggi.
Sedikit mendetail lagi tentang buku ini?
Bahwa kopi merupakan minuman populer yang sudah dinikmati manusia lebih dari seribu tahun. Kopi berasal dari timur tengah. Kopi banyak sekali ragam jenisnya, dan selalu ada jenis varietas baru yang ditemukan dan dieksplorasi. Di buku ini dipaparkan paling tidak 21 negara utama penghasil kopi unggulan dunia. Kopi juga selalu menjadi salah satu komoditi perdagangan yang paling penting di bidang perdagangan internasional. Menyandang peringkat nomor 2, persis dibawah minyak bumi. (6)
Banyak sekali informasi yang saya dapat tentang kopi dari buku ini, yang membuat saya menyadari, betapa sedikitnya pengetahuan saya tentang serba-serbi minuman yang sehari-harinya sering saya minum ini.
Beberapa informasi favorit saya?
-
Bahwa kata Mocha itu sebenarnya adalah nama sebuah kota di negara Yaman.(8)
-
Sebelum tersebar di seluruh pelosok dunia seperti sekarang ini, coffee house yang pertama adalah The Kaveh Kanes, terletak di sebuah mesjid di kota Mekkah, Saudi Arabia.(12)
-
Bagaimana mengetahui bahwa anda barusan menyeduh kopi dengan cara yang tepat? Dengan munculnya Crema, yang nampak seperti busa tipis sangat halus dipermukaan minuman. (34)
-
The Coffee Legend, sebuah kisah yang cukup religius, dari tahun 1250 AD, tentang bagaimana minuman kopi “diturunkan” pada seorang murid yang ditinggal mati guru spiritualnya, tugas suci, konfrontasi, dan wabah penyakit yang melanda the people of Mocha. (8)

kopi..
Teman-teman, semakin saya menelusuri setiap halaman dari buku ini, terutama bagian hidangan dan resep-resepnya, semakin saya merasakan dorongan kuat untuk bangkit dan pergi ke dapur demi menyeduh secangkir “minuman suci” (baca: kopi) atau mungkin secangkir “minuman dewa” (baca: coklat panas). Mata saya juga terpaku ke meja makan membayangkan sepotong cheese cake ada di situ. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba membuat secangkir kopi dengan harapan ada crema yang muncul menjelma saat diaduk, dan voila!!..saya juga girang sekali karena tiba-tiba saya ingat kalau kemarin saya baru dikasih teman sepotong black forest cake, hmm..bolehlah…
Referensi:
Moon, R., The Coffee Book, 1998, USA 1st Publication, Courage Books: Philadelphia, PA. 80Hlm
Shap
Input & Opini