Membaca Snow White versi asli Jerman, bukan sang putri yang di “orbitkan” oleh Walt Disney. (Dari buku “Snow White And The Seven Dwarfs, A Tale From The Brothers Grimm” by Randall Jarrell)
Adalah seorang putri, di negri antah-berantah yang telah kehilangan ibunya dimasa kecil. Ayahnya, sang raja, memilih untuk menikah lagi dengan seorang wanita yang sangat cantik. Sang wanita yang telah dipersunting menjadi ratu tersebut begitu cantiknya, namun kecantikannya rupanya tidak pernah membuatnya merasa “Pe-de.”
Setiap hari sang ratu bertanya pada cermin ajaibnya:
“Hai cermin ajaib…siapakah yang tercantik diseluruh negri..??”
Setiap hari pula sang cermin menjawab dengan jujurnya:
“Engkaulah yang tercantik diseluruh negri, baginda ratu..”
Demikianlah yang selalu berlangsung. Sang putri cilik tumbuh berkembang, hingga suatu hari, saat sang ratu bertanya pada cermin ajaibnya, tanpa disangkanya, sang cermin memberikan jawaban berbeda:
“Punteeen…baginda ratu, sekarang Putri Salju adalah yang tercantik..”
Sang ratu sangat murka, dan menyusun rencana untuk membunuh anak tirinya itu…demikianlah, cerita kemudian berlanjut…
Rupanya saya sedang rindu membaca buku dongeng. Waktu saya masih kecil, saya menyukai semua buku saya, namun secara khusus saya sangat suka membaca buku tentang dongeng tradisional, baik dari dalam maupun luar negri.
Pssstt…ternyata Putri Salju tidak pernah di-sun sang pangeran..!!

Putri Salju Jerman
Bagi saya, dongeng sangat berbeda dengan buku cerita biasa yang kebanyakan menceritakan tentang kisah sehari-hari, atau cerita sejarah tentang kejadian beberapa waktu yang lalu. Dongeng dapat membawa saya menembus ruang dan waktu sangat jauh, ke dunia yang berbeda, pada masa yang jauh berbeda juga. Pada saat itu, buku dongeng yang saya miliki, sangat terbatas jumlahnya, sehingga cerita-cerita dongeng tersebut saya dengar dan dapatkan dari majalah anak-anak.
Di negara-negara berbahasa Inggris, dongeng disebut juga fairy tales. Lima hari yang lalu, sambil mencarikan buku untuk anak saya, saya juga mencari buku-buku jenis ini. Kebanyakan buku dongeng yang ada saat ini merupakan bentuk-bentuk adaptasi, seringkali telah dimodernisasi dari dongeng aslinya. Kemudian saya menemukan buku ini, Snow White and The Seven Dwarfs.
Di tanah air kita, Snow White dikenal dengan nama “Putri Salju.” Buku yang saya temukan memuat kisah ini adalah; Snow White and The Seven Dwarfs yang bila diterjemahkan perkata akan menjadi “Putih Salju dan Tujuh Kurcaci.” Kata-kata “Putri” tidak pernah ada dijudulnya. Saya tidak tahu kapan mulainya, namun sampai sekarang, “Si Putri Salju” jauh lebih terkenal di tanah air kita dibanding “Si Putih Salju.” Mungkin karena sang gadis dalam cerita ini pada dasarnya memang seorang putri.
Buku yang menarik perhatian saya ini bukan versi yang telah diadaptasikan oleh Disney, namun lebih merupakan versi Jerman, tempat asal dari cerita ini, yang telah diterjemahkan oleh Randall Jarrell kedalam bahasa Inggris pada tahun 1972. Dibanding buku-buku yang lain diperpustakaan, buku ini sudah terlihat agak tua. Walau demikian, buku ini memiliki keindahannya tersendiri. Ilustrasinya terlihat natural seperti lukisan tangan, warna-warnanya yang tidak terlalu mencolok seperti versi-versi baru. Buku ini merupakan salah satu buku yang menterjemahkan kisah ini langsung dari bahasa Jerman. Isi cerita dalam buku ini juga sama persis dengan versi Jerman yang berjudul Kinder - und Hausmärchen (Berlin 1857), tale number 53, yangmenjadi awal penyampaian dongeng ini dalam versi bahasa Inggris dan telah diterjemahkan oleh D. L. Ashliman.
Cuplikan kisah sang putri diawal review ini, adalah bagian awal dari dongeng ini. Cerita pada bagian ini masih sama, baik dari versi Jerman maupun versi Disney.
Setelah membaca buku yang indah ini, beberapa perbedaan pada alur cerita, membuat saya ingin berbagi pada anda, bahwa ada hal-hal yang berbeda antara cerita “Putri Salju” yang merupakan dongeng tradisional Jerman, dengan dongeng yang diceritakan menurut versi Walt Disney. Perbedaan tersebut ada beberapa, pada kesempatan ini saya akan menuliskan tiga perbedaan yang menurut saya paling menarik:
- Pertama, Snow White yang dibuang ke hutan, dibuku ini digambarkan berusia tujuh tahun, sedangkan di versi Disney, cenderung gadis muda tetapi bukan anak kecil.
- Kedua, Snow White tidak langsung mati makan apel dikunjungan sang ratu yang pertama, melainkan didahului dua kunjungan yang lain, dengan benda-benda lain pula seperti renda yang menjerat dan sisir beracun, yang pada dasarnya gagal membunuh sang putri.
- Ketiga, sang putri hidup kembali, bukan karena di”sun” sang pangeran..!!
Bagaimana sang putri bisa bangun dari kematiannya di versi Jerman cerita ini? Jawabannya masih saya simpan…
Ada yang tahu….???
Referensi
Jarrell, R. (translator), Snow White And The Seven Dwarfs, A Tale From The Brothers Grimm. 2nd ed. 1973. Pearl Pressman Liberty: U.S.A.
Illustrasi buku dari http://www.applebybooks.net/
Shap
halo mbak savitri…
baru malam ini aku buka indomemo biasanya lwt fesbuk aja ya…
suka deh..baca ulasan2 bukunya…
aku tau gimana si snow white terbangun dr tidurnya…gak banget deh sebabnya…
“sang pangeran yg tertarik dg snow white memohon dg sangat pd 7 kurcaci unt membawa snow white ke istana…stlh dikabulkan, pangeran dg dibantu pelayannya membawa peti berisi si gadis eh…,mereka kesandung jatuh bersama peti dan snow white…mental deh potongan apel beracunnya dr tenggorokan SW….” segitu aja ternyata….hahahaha
aku blm pernah baca edisi asli Grimm tp ini link fave ku ttg fairy tale http://www.surlalunefairytales.com dr sanalah aku tau cerita di atas…
Halo Dina, emang ternyata aslinya gitu ajah yah caranya sang putri bangun..hihihi..kata temenku cara aslinya gak terlalu komersil untuk dipublikasikan..:-)
Siip, saya mau liat site itu yah, makasih Dina..