Info mendasar tentang penyakit diabetes, menurut American Diabetes Association
Dari masukan yang saya dapati selama ini melalui internet, media massa, maupun permintaan secara pribadi, saya menemukan bahwa informasi tentang penyakit diabetes adalah salah satu informasi yang paling banyak ditanyakan orang pada saat ini. Secara statistik, kalimat “Diabetes” dan “Menu (bagi) Penderita Diabetes” termasuk kosa kata di dalam bahasa Indonesia yang paling banyak diketik di Google Search Engine. Disaripatikan dari tiga buku panduan diabetes, saya harap info mendasar dan penting ini dapat menambah pengetahuan anda tentang penyakit ini.
Penyakit Diabetes atau “Penyakit Kencing Manis”, adalah penyakit yang disebabkan oleh terlalu tingginya kandungan gula darah di dalam tubuh seseorang. Tubuh yang sehat akan menguraikan makanan yang dikonsumsi kedalam bentuk gula sederhana, yaitu glukosa. Glukosa yang dihasilkan akan dilepaskan kedalam darah dan didistribusikan keseluruh sel di dalam tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Insulin adalah hormon yang bertugas untuk memindahkan glukosa dari dalam aliran darah ke dalam sel. Hormon insulin diproduksi oleh organ khusus di dalam tubuh kita yang bernama pangkreas. Organ pangkreas di dalam tubuh penderita penyakit diabetes tidak mampu untuk memproduksi insulin, atau memproduksi insulin yang tidak berfungsi.
Penyakit diabetes terbagi ke dalam 2 tipe:
Diabetes Tipe 1
Adalah kondisi dimana tubuh penderita berhenti memproduksi insulin sama sekali, atau memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat kecil.
Mengapa?
Hormon insulin diproduksi oleh sel-sel beta di dalam organ pangkreas. Pada penderita diabetes tipe 1, sistem imun tubuh secara keliru telah mendeteksi sel-sel beta tersebut sebagai benda asing dan menghancurkannya. Proses ini disebut autoimmune response. Berhentinya suplai insulin dapat menyebabkan lonjakan kadar gula yang sangat tinggi dengan cepat dan sangat berbahaya. Pada anak-anak perkembangannya dapat saja terjadi dengan sangat cepat sehingga mungkin saja anak dapat menderita koma tanpa sempat terdeteksi penyebabnya. Untuk mempertahankan hidupnya, penderita diabetes tipe 1 memerlukan suplai insulin setiap hari dalam bentuk suntikan atau menggunakan insulin pump yaitu suatu jenis pompa insulin yang telah diprogram secara otomatis untuk mempertahankan kadar gula normal dalam darah.
Gejala diabetes tipe 1 sering muncul pada anak-anak dan orang-orang dewasa muda. Karena alasan inilah, maka diabetes tipe 1 sebelumnya biasa disebut juvenile-onset diabetes atau insulin-dependent diabetes.
Diabetes Tipe 2
Tubuh penderita diabetes tipe 2 tetap memproduksi insulin. Yang terjadi adalah, karena sebab-sebab tertentu, sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin yang dihasilkan, atau insulin dihasilkan tubuh dalam jumlah yang terlalu sedikit untuk memungkinkan terjadinya perpindahan glukosa dari aliran darah ke dalam sel-sel tubuh. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab terjadinya penumpukan glukosa di dalam aliran darah.
Diabetes tipe 2 umum terjadi pada usia dewasa, hal ini juga yang menyebabkan penyakit ini dahulunya biasa dinamakan adult-onset diabetes. Diabetes tipe ini biasanya tidak muncul secara mendadak. Penderitanya mungkin tidak menunjukkan gejala-gejala yang berarti, atau hanya menunjukkan gejala-gejala yang ringan selama bertahun-tahun sebelum penyakitnya terdeteksi, seringkali pada check-up rutin atau tes darah.
Penderita diabetes tipe 2 mungkin juga akan mengalami rasa tidak enak, atau rasa sakit di kaki, yang menandakan sirkulasi darah yang buruk, atau semacam gangguan sel-sel syaraf. Penyakit ini cenderung untuk muncul pada seseorang yang mengalami kelebihan berat badan.
Bentuk tubuh saat mengalami kegemukan yang dibentuk oleh lokasi penumpukan lemak dapat membantu memperkirakan kemungkinan bagi seseorang untuk menderita penyakit diabetes tipe 2 ini. Tingkat resiko yang lebih tinggi dimiliki oleh penderita kegemukan yang mengalami penumpukan lemak di daerah-daerah pinggul ke atas, yang disebut juga central body obesity/gemuk di bagian tengah tubuh. Gaya hidup yang kurang aktif “couch potato lifestyle” dapat juga menjadi pemicu terjadinya penyakit ini.
Tiga-perempat dari penderita diabetes tipe 2 adalah seseorang sedang atau telah selalu mengalami obese/kegemukan dengan angka body mass index/BMI 30 atau lebih. Sedangkan untuk dikatakan mengalami kelebihan berat badan, seseorang harus memiliki angka BMI 25-29,9.
Bagaimana dengan Gestational Diabetes?
Gestational diabetes/diabetes masa kehamilan adalah sejenis penyakit diabetes yang bersifat sementara, dan hanya muncul pada sebagian wanita yang sedang hamil, tanpa memiliki riwayat menderita diabetes 1 atau 2 sebelumnya. Gejala diabetes jenis ini biasanya akan hilang setelah kehamilan berakhir.
Menurut “American Diabetes Association, Complete Guide to Diabetes”, wanita yang memiliki resiko menderita gestational diabetes, memiliki karakteristic sebagai berikut:
-
Berusia 25 tahun ke atas.
-
Mengalami kelebihan berat badan.
-
Memiliki orangtua atau saudara kandung yang menderita diabetes.
-
Berasal dari keturunan bangsa Hispanik, Indian, Asia, dan Afrika.
-
Pernah menderita gestational diabetes pada kehamilan sebelumnya.
Setelah melahirkan, 5-10 persen dari wanita yang mengalami gestational diabetes didiagnosa mengalami diabetes tipe 2. Sedangkan 20-50 persen dari mereka memiliki resiko untuk menderita diabetes tipe 2, pada 5 sampai 10 tahun yang akan datang.
Wanita hamil jenis ini memiliki resiko untuk memiliki bayi dengan ukuran terlalu besar, sehingga mempersulit proses kelahiran. Pengecekan rutin dan perawatan dokter yang baik dapat membantu mengontrol kadar gula darah sesuai yang diinginkan.
Bersambung ke artikel lain tentang penyakit diabetes:
-
Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab penyakit diabetes tipe 1, tipe 2, dan gestational diabetes.
-
Contoh menu untuk penderita diabetes dari buku memasak untuk penderita diabetes.
Referensi:
Fuller, K.M. R.D. (ed). Easy Diabetic Meals. Des Moines: Meredith Books. 2002. 5-7.
Thompson, A.W., M. Blades RD., & J. Suthering. The G.I. Diet Cookbook. New York: Stewart, Tabori & Chang. 2006.
Touchette, N. PhD. American Diabetes Association Complete Guide to Diabetes. 4th ed. Alexandria, VA: American Diabetes Association. 2005. 3-28.
*Untuk temanku sdr. Roeri Agus, juga bu Erni..semoga diabet anda cepat teratasi..
Shap.
Input & Opini